Altin Gund Band Tukish Psychedelic dari Belanda, Hadir di The Phoenix Hotel Yogyakarta

0
26

The Phoenix Hotel Yogyakarta menjadi tempat perhelatan konser music psychedelic yang ditampilkan dengan apik dan energik oleh Altin Gϋn. Grup Musik asal Belanda yang dibawa oleh Erasmus Huis pada hari Senin, 16 Desember 2019 ini merupakan peraih nominasi Grammy untuk kategori “Best World Music” dan merupakan salah satu grup music yang cukup diperhitungkan di kancah music dunia. Altin Gün didirikan oleh Jasper Verhulst dan Ben Rider, ketika mereka memiliki ide untuk memulai sebuah band rakyat psychedelic Turki. Turki psychedelic folk adalah genre musik yang berasal dari tahun 1960-an dan 1970-an sebagai campuran musik rock barat dari band-band seperti The Doors dan Led Zeppelin, dan musik tradisional Turki. Musik mereka menyita perhatian, eksentrik, mengejutkan, funky dan membawa tubuh kita untuk menari mengikuti irama musiknya yang sangat bisa diterima oleh mereka pecinta music beraliran psychedelic namun juga mengandung unsur-unsur music masa kini, sehingga tidak heran jika fan base mereka yang didominasi anak-anak muda.

Penampilan Altin Gϋn di The Phoenix Hotel malam tadi betul-betul mampu menghipnotis para pecintanya, menenggelamkan mereka dalam alunan nada-nada Turki dan modern yang sangat eksentrik. Enam anggota Altin Gϋn yang berpenampilan unik ini pun sangat menyenangkan, dekat dengan para fans mereka dan memiliki komunitas sendiri di Yogyakarta. Bagi mereka yang belum pernah mendengarkan alunan music Altin Gϋn ini mungkin merasa penasaran, dan ketika menyaksikan secara langsung di Phoenix Ballroom, mereka pun mulai mengulik latar belakang grup music yang asik ini.

Setidaknya beberapa judul lagu favorit yang mereka tampilkan malam tadi sangat menghibur dan mengejutkan, diantaranya Kaymakamın Kızları dan Goca Dünya. Sebelum Altin Gϋn tampil, penampilan music berdurasi kurang lebih dua jam ini diawali dengan grup band lokal Yogyakarta, Anteng Kitiran, yang juga mengkolaborasikan keunikan nada Slendro dan Pelog dalam seni karawitan dengan nada-nada jazz, pop, dan rock yang menghidupkan harmoni baru yang unik, dapat dinikmati oleh siappun pecinta music-musik unik kreasi seniman Yogyakarta.

 

Credit Photo : Maria Perwitasari

Tinggalkan Balasan