Masjid Baiturrahman Nangroe Aceh Darusalam

0
84

Nangroe Aceh Darussalam atau lebih dikenal dengan sebutan serambi Mekkah, merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia yang terletak di paling ujung barat pulau Sumatera. Propinsi ini merupakan daerah dengan mayoritas penganut agama islam. Tak  heran jika di Aceh banyak sekali bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, salah satunya adalah Masjid Baiturrahman.

Masjid ini selain sebagai tempat beribadah, juga dijadikan sebagai tempat wisata. Banyak peninggalan sejarah dan cerita tersendiri dari Masjid Baiturrahman. Sehingga bagi traveller muslim,  destinasi ini sangat direkomendasikan bagi yang melakukan perjalanan religi.

Masjid yang menjadi ikon Aceh ini sangat memiliki kesan seni yang cukup tinggi, selain menjadi tempat ibadah, Masjid Raya Baiturahman  juga menarik para traveller untuk datang. Nilai sejarah yang dimiliki hingga keindahan arsitekturnya menjadikan masjid ini menjadi salah satu masjid terindah di Indonesia.

Masjid Baiturrahman dibangun pada tahun 1022H oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Ala atau sekitar 1612 masehi. Masjid ini menjadi saksi sejarah dari jaman penjajahan hingga sekarang. Bahkan masjid Baiturrahman yang berdiri kokoh ini juga pernah di bakar dalam masa penjajahan Belanda.

Selain sebagai khas masjid di Aceh, Masjid Baiturrahman juga mempunyai pelataran dengan gaya arsitektur seperti Masjid- masjid  di Turki atau seperti masjid-masjid peninggalan  Kesultanan Turkey Utsmani. Masjid ini juga  menjadi salah satu pusat pembelajaran agama islam di Indonesia, khususnya Sumatera. Bahkan beberapa traveller dari berbagai penjuru dunia yang ingin belajar islam di Indonesia rela untuk datang kesini.

Bagi traveller yang berkunjung ke Masjid Raya Baiturahman, pasti akan terkagum dengan kokohnya bangunan utama Masjid Raya Baiturahman. Pada waktu peristiwa Tsunami Aceh, masjid ini tetap berdiri kokoh, padahal bangunan di sekitar masjid terhanyut dan hancur semua oleh peristiwa Tsunami .

Sejak peristiwa Tsunami, masjid ini mengalami perubahan besar dan di perbaiki oleh pemerintah setempat. Pada bagian  basemen masjid juga akan dilengkapi dengan tempat wudhu, serta toilet pria dan wanita yang semua bahannya terbuat dari batu marmer Italia atau Spanyol.

Pada halaman masjid juga di Tanami 33 pohon kurma dan satu pohon geulumpang.  Bagian tengahnya terdiri dari kawasan hijau dengan yang terdapat rumput hijau dan berbagai jenis bunga warna warni yang indah. Selain itu, di bagian plasanya juga terdapat puluhan payung masjid yang bisa berkembang seperti halnya payung-payung di masjid kota Madinah.

Photo Credit : Adhi Rachdian

Tinggalkan Balasan