Penghargaan Sembilan Tahun Aktivitas Pendopo Royal Ambarukmo

0
64

Royal Ambarrukmo Yogyakarta memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku komunitas Pendopo Agung Royal Ambarrukmo yang telah berperan serta aktif dan berkarya bersama Royal Ambarrukmo Yogyakarta selama 9 tahun sejak 2011. Komunitas Pendopo yang terdiri dari Pametri Budaya Jawi, Sanggar Budaya Ambarrukmo, Padma Yoga, Jemparingan Jemuah Sonten, dan Komunitas Biola Anak yang telah menggeliatkan seni dan budaya Jawa sehingga memberi nafas baru di Pendopo Royal Ambarrukmo.

Penghargaan yang diberikan oleh Bapak Herman Courbois selaku General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta di akhir bulan Oktober 2020, sekaligus menutup seluruh rangkaian acara ulang tahun ke Sembilan Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Ini merupakan kali pertama peghargaan tersebut diserahkan kepada masing-masing pengurus komunitas yang telah setia berjalan beriringan mendukung Royal Ambarrukmo untuk melestarikan seni dan budaya Jawa dengan cara yang anggun dan elegan, mereka adalah RM. Ir. Condroyono Harjaningrat yang selama ini mengelola Sanggar Budaya Ambarrukmo dengan latihan tari Jawa klasik setiap Selasa dan Kamis sore; KMT.

Projo Suwasono dari Pametri Budaya Jawi yang mengelola komunitas macapat malem Senin Legi yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali di hari Minggu Kliwon malam Senin Legi; Agung Susila  yang mengelola Komunitas.

Jemparingan Jemuah Sonten yaitu latihan Jemparingan Mataraman yang rutin dilaksan akan setiap Jumat sore; Qurrota Ayun yang mengelola Komunitas Suling Bambu Nusantara dan mengisi aktivitas Pendopo setiap hari Senin sore; Sulistyowati pengurus komunitas yoga Padma Yoga yang dilaksanakan setiap Jumat pagi di Bale Kambang atau Royal Garden; dan yang terakhir dari Komunitas BiolaAnak yang dikelola oleh Vincentius Joko dan akan segera diaktifkan kembali setiaphari Minggu sore.

Penghargaan tersebut juga menjadi bukti komitmen Royal Ambarrukmo Yogyakarta dalam melestari kan budayaJawa, serta sebagai ungkapan terima kasih bagi seluruh komunitas yang telah setia menemani langkah Royal Ambarrukmo menjadi sebuah sinergi tradisi dan modernitas yang unik dan satu-satunya menjadi ikon Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Hadir pula untuk menyemarakkan acara yaitu penampilan tari Jawa kreasi yang dibawakan oleh Sanggar Seni Kinanti Sekar. Nantinya Sanggar Seni Kinanti Sekar akan menjadi salah satu pengisi aktivitas pendopo yang baru dan membuka dua kelas latihan sekaligus, yaitu Tari Jawa Kreasi juga kelas membaca dan menulis Aksara Jawa. Menurut Bapak Herman Courbois penambahan kegiatan ini semakin memperkaya kegiatan pelestarian seni dan budaya yang menjadi unggulan Royal Ambarrukmo Yogyakarta sebagai penyedia akomodasi sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan seni Jawa yang otentik.

Photo Credit : Maria Perwitasari

Tinggalkan Balasan